Tidak kan Kulupakan Dikau…

Delapan tahun lamanya aku tidak pernah berinteraksi secara langsung dengan dikau, kalaupun menghampirimu… hanyalah sekedarnya saja. Terus terang tidak ada niatan sekalipun bagiku buat kembali berinteraksi secara mesra dan bahkan mengandalkanmu. Hatiku kini sudah terlanjur jatuh hati dan terlanjur sayang fanatik dengan yang sangat mengerti aku dan tidak pernah merepotkan aku. Memberikan apapun segalanya yang dia miliki, tak peduli bahwa aku mengubahnya, bahkan memasrahkannya pada teman-temanku tanpa ada protes dan masalah.

Kuakui bahwa aku mengenal dunia ini karena dirimu. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang kudapatkan pada waktu lalu denganmu. Waktu itu aku tidak peduli bahwa kau memang bukan milikku. Namun kupaksa kau melayani aku tanpa pandang bulu, kapanpun dan bagaimanapun. Lambat laun seiring dengan berbagai keluhan dan reaksi yang kau buat bagiku… aku sadar bahwa aku nggak bisa lagi memaksakan interaksi denganmu, kau ada yang punya dan tidak pernah rela untuk selalu berinteraksi denganku jika aku tak mampu membiayaimu untuk bisa menjadi pendampingku dalam melakukan pekerjaan. Saat itu memang kau belum gaya… saat semakin gaya… semakin banyak pula perkembangan pengetahuan yang aku punya.

Sampai suatu ketika seorang teman memperkenalkan aku dengannya yang sangat berbeda dengan dikau. Aku langsung jatuh cinta pada pengalaman pertama. Terus terang aku mendua gitu loh… meduakan dikau. Meski dengan perjuangan keras dengan keringat dan air mata (lebay!) aku berkenalan dengannya dan berusaha untuk lebih dekat dengannya. Waktu itu jika menemukan masalah yang serius dengan kenalan baru yang sangat ingin aku dekati… aku kembali padamu. Di dalam hati ini yang sudah terlanjur terpana dan terpaut hati… aku tidak menyerah untuk menaklukannya. Berbagai pendapat dari kolega dan teman aku simak untuk menaklukannya. Sampai akhirnya aku memutuskan buat meninggalkanmu buat selamanya dan hidup bersama dengan yang dengan gigih aku ingin selalu berinteraksi dengannya meski kata orang banyak yang kulakukan tak lebih dari membuang-buang waktu. Namun aku tidak peduli. Kini ku bahagia dengannya setelah meninggalkan dikau dengan tanpa perasaan.

Hidupku kini lebih bebas dari masalah, masalah dari mengurus dirimu yang selalu terinfeksi virus… cemas akan serangan dari pihak-pihak yang tidak aku kenal. Hidupku menjadi lebih cerah, langit lebih biru… suasana lebih berwarna dengan hadirnya rekan-rekan yang sama menyuarakan “unity”, dan “friendship”. Selamat tinggal kuucapkan pada dikau… kini aku hanya bisa melihatmu dengan gaya yang lebih baik, namun sifat mu nggak berubah. Kalauun berinterasi hanya sekedar seperlunya saja. Kuakui aku mengenal duniaku kini dari dikau…. Terimakasih MS Windows he he…. kini aku lebih bahagia dengan GNU/Linux dari keluarga RedHat yaitu Fedora.

Gotcha! 😀

Iklan

2 pemikiran pada “Tidak kan Kulupakan Dikau…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s