Sepeda (nggak) Santai

Kakak iparku berseloroh, nomor celana yang biasa dia pakai kini sudah turun beberapa angka, katanya celana yang dia pakai sudah longgar setelah ikut gowes-gowes sepeda (nggak) santai. Entah belakangan memang hasil membakar lemak atau emang belia celananya kegedean. Yeah! Sudah 4 kali berturut-turut aku pun ikut klub sepeda satu keluarga besar, lumayan sih anggotanya baru ada 9 orang. Minggu ini kami meng-“opspek” ponakan kami dengan membawanya langsung ke trek Tanjakan di jalur Dago sampai Cigadung.

Saya sendiri di-“opspek” lewat trek Cijerah – Cimahi – Kota Baru Parahyangan pada kondisi 80% sehat dengan sepeda yang baru dibeli. Sepedanya nggak baru-baru amat sih! Jadul punya namun nggak bikin lutut ini ngebul! Meski jadul bike gearnya Shimano punya! Front Deraileur Shimano Deore DX, Rear Deraileur Shimano Deore LX yang mengatur distribusi tenaga saya pada 8 Cassete sprocket besutan Shimano juga!!! Pengayuh masih besutan Shimano yaitu Deore LX, pedalnya juga masih produk Shimano! Saya beli cuman 1,5 juta… hanya sadel dan batang sepeda saja yang bukan Shimano he he… Dudukan Sadel, dan setang dari Ritchey! Lumayan lah.

Terinspirasi dengan sepeda Hybrid Felipe milik United Bike… si Jadul yang berwarna krem itu aku cat ulang dengan warna Merah Ferari dan Hitam pada bagian depan (Garpu, Setang dan Dudukan Jok). Menarik juga nih ketika tercebur dalam dunia pergowesan… Komunikasi antar anggota keluarga besar menjadi semakin sering, apalagi ketika ngebengkel bareng! Seru! Bongkar sepeda ku buat di Cat menag gratis, namun merakitnya sampai seperti sekarang ini ternyata lumayan nggak murah!

Dibanding sepeda milik kakak iparku yang terhitung wah! Dia merakitnya sendiri! Habis  3 – 4 jutaan. Si Jadul berwarna merah ferari – hitam ini lebih mantap. Meski gak ber rem-cakram seperti punya kakaku, pengeremannya masih mantap! Nikmat buat dibawa sprint! Saingannya cuman sepeda biru “Bianchi” adik iparku… yang selalu melaju di depan dan terdepan… Si jadul ini selalu finnish ke dua di markas geng kami he he… rumah kakaku yang sekaligus jadi bengkel bersama.

Nampaknya perkembangan dari minggu ke minggu bersepeda (nggak) nyantai ini, bakalan serius nggak nyantai! Pasalnya setiap Minggu selalu sprint! Bahkan di medan Car Free Day Dago… dari bawah sampai ke Tanjakan STKS Dago atas… nafas sprint dari si-biru selalu terhembus he he…. Yups! hari ini jalur tanjakan Dago yang panjang dan trek nanjak Dago Atas – Cigadung yang nanjak banget sudah bisa diatasi… kayaknya jadi nih….. Trek Lembang!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s