Posts Tagged Wine

Wine Doors cara asyik Pake Linux….

Fedora Linux + Wine + Wine Doors rasanya asyik. Freedom dan Infinity di Linux plus menyelamatkan software-software proprietary yang terlanjur di beli oleh kantor. Jadi boss ngak marah nih! O ya, Wine Doors adalah aplikasi manajemen aplikasi Windows untuk GNOME di Linux. tujuannya adalah untuk memudahkan kita menginstall aplikasi Windows di Linux. Suatu paduan kemudahan dan keamanan yang tangguh!

Wine Doors merupakan kemudahan yang dibuat pembuatnya di http://www.wine-doors.org dalam menginstall paket-paket aplikasi dan libraries. tidak seperti winetricks yang geeky Wine Doors sangat user friendly dan mirip Yumex dalam menginstall kebutuhan kita.

Untuk donwload Wine Doors (dalam bentuk rpm untuk Fedora) silakan kunjungi situsnya. Syarat mutlak agar wine doors jalan adalah Wine sendiri, dan glade2.

Instalasi cukup jalankan:

# rpm -ivh wine-doors*.rpm

Untuk menjalankannya Wine Doors nangkring di Applications > System Tools dan klik Iconnya disana. Pertama-tama kita musti mencontreng apakah kita punya lisensi Windows?

Di bawah ini adalah screenshot Wine Doors sedang beraksi.

Install IE6

Komentar (6)

Trik Winetricks

Winetricks merupakan mainan baru bagiku saat ini. Saking asyiknya ngoprek wintricks sampai-sampai kerjaan terbengkalai. namun bukan buat main-main toh buak kelancaran kerja pasca deklarasi tidak menggunakan Windoze sebagai OS dan coba 100% menggunakan Fedora Linux + emulasi Wine untuk aplikasi-aplikasi Proprietary yang sudah dibeli agar tetap bisa dipergunakan untuk bekerja.

Ternyata tidak begitu mudah dan sembarangan buat menginstall package buat Wine emulator ini. Kalau salah beberapa package library Windoze tidak akan bisa terinstall dan aplikasi Proprietary kita bakal percuma. Dari segenap package library wndoze yang bejibun di Winetricks ternyata cuman beberapa saja yang diperlukan, diantaranya:

  • gecko
  • corefonts
  • Tahoma
  • MDAC28
  • NativeMDAC
  • MSXML4
  • Flash
  • dotNet 1.1
  • autohotkey

Saat ini Aplikasi yang berhasil dioprek adalah, Dreamweaver 8, Fireworks 8, MapInfo Pro 8.5, WinSCP, HeidiSQL, Islamasoft’s The Athan Software, Delphi 7 dan Aplikasi berbasis Client-Server buatan temanku yang dibuat dengan Delphi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Nyeleneh dikit… Dreamweaver di Fedora 9

Berbekal rasa penat dan kesal atas gempuran virus dan malware yang semakin menjadi-jadi dan merosotnya daya beli (Mo beli Vista sayang duitnya.. mending beli Notebook baru) karena harga BBM yang makin kurang ajar he.. he… petualangan buat menambah sakti Fedora Linux berlanjut.

Tahun 2006~2007 lalu sempat beli DreamWeaver aseli dari Macromedia (sebelum jadi Adobe), makin lama makin mendesak keinginan untuk coba install DW di Linux. Akhirnya setelah menemukan tools wine yang asyik punya untuk memungkinkan lingkungan emulasi Windoze di linux berjalan lebih bagus barulah memutuskan untuk menggunakan Single Boot saja dengan membuang Windoze dan hanya menyisakan Linux, meski Windoze nya aseli. He.. he..

Syarat utama untuk dapat menjalankan DreamWeaver di Linux adalah paket wine dan tools Winetricks yang dimaintain oleh Dan Kegel.Untuk donlod winetricks silakan klik kanan link ini dan pilih save link as wintetricks. Setelah beres donlod copykan ke direktori /usr/bin dan dapat langsung dieksekusi (di-run) dengan perintah (sebagai root):

# /usr/bin/winetricks

Hasilnya adalah tampilan di bawah ini:

WinTricks

Dengan winetricks kita dapan mendownload library developmnet dari MS, semacam dcom98, mdac, dot net, vb, vc… dll. Installah satu p satu kalau tidak maka Fedora Linux akan Hang!!!

Setelah terasa cukup, tingallah instalasi Dreamweaver 8 kita instalasi. Masukkan CD Rom installernya dan siapkan Serial Number Original. Jalankan Wine: Applications > Wine > Wine Explorer. Navigasi ke folder /media dan klik CD-Rom yang telah ter-mount di sana. Klik aplikasi instalasi  Dreamweaver dan ikuti selanjutnya persis ketika install DW di Windoze, setelah beres instalasi dan memasukkan Serial Number Original, DW siap dieksekusi dan Screen Shotnya seperti di bawah ini.

DW on F9

Komentar (4)