Posts Tagged opini
1 September, 2008 pada 3:17 am
· Disimpan dalam Info, opini ·Bertanda freedom, infinity, Info, informasi, information, iseng, opini, opinion, voices
Wahai anakku jadilah orang yang bermartabat. Jadilah seseorang yang merdeka dan jangan sampai ada pihak manapun yang bisa membelenggumu dan membutakan satu dari dua matamu. Janganlah tergantung pada sesuatu apapun yang membuatmu terpaksa berbuat tidak baik dan memakai barang yang diragukan kehalalannya.
Wahai anakku berpikirlah dengan jernih dan sangat matang untuk sampai pernah membeli OS atau aplikasi yang tidak pernah engkau bisa miliki, bahkan jikala engaku berbagi akan menjadi hal yang sangat buruk bagimu karena mereka yang memberi lisensi melarangmu untuk berbagi.
Open your mind and be free to have your freedom, get the infinity so you can shout your voice loudly to the world and have many friends every where.
Permalink
25 Agustus, 2008 pada 12:26 am
· Disimpan dalam Info, Linux ·Bertanda anak-anak, article, artikel, balita, childsplay, education, Fedora, fun, games, gcompris, Info, kids, Linux, opini, opinion, pendidikan, play, super tux cart, tux

My Babies playing GCompris
Aku punya dua orang anak, sejodo! Yang gede cowok 3 tahun dan yang bontot (calon bontot
) 2 tahun. Lagi lucu-lucunya. Saking seringya mereka melihat bapaknya noprek Linux, mereka juga ingin ikut ambil bagian buat berpartisipasi dan selalu minta main game! Untungnya Linux menyediakan game edukasi yang komplit dan tak kalah kualitasnya dengan game serupa yang komersil. Bermodalkan GCompris dan Childsplay serta TuxPaint mereka bisa tertawa-tawa gembira sambil belajar menggerakkan mouse dan memijik keyboard meski belum mengerti apa instruksi dari setiap permaian.
Mereka mengenal berbagai suara binatang, suara kendaraan dan bunyi-bunyi lainnya yang mengharuskan si pemain menunjukkan gambarnya. Luar biasa 2 balita ini 65 persen bisa mengklik mouse pada jawaban yang tepat meski saya tak pernah mau memberi tahu mereka
. GCompris memang dirancang buat anak-anak usia mulai 2 tahun sampai dengan 14 tahun. Si sulung lebih suka main TuxPaint dan Super Tux Cart (dengan gue sebagai driver dan dia sebagai penggembira yang selalu berteriak dan bersorak jika si Tux berhasil mengebom Evil Tux, Yeti dan icon Si Gimp). Ternyata Linux bisa menjalin kehangatan antara Ortu dan anak-anak ya
. GCompris di Fedora yang kupasang berbicara dan mengumumkan sesuatu hal dalam bahasa Indonesia. Jadi Si Sulung dan Si Bontot selalu mengikuti komentar “Berhasil!” jika kebetulan mereka memilih jawaban yang benar, dan berteriak “Yaaa Salah!” jika GCompris menilai jawaban mereka salah! Meski salah atau benar tawa selalu keluar dari mereka.
Mengenalkan pendidikan keagamaan khususnya Islam menjadi mudah dan terbantu dengan paket-paket aplikasi Islami semacam Zekr dan Minbar. Kita dan anak-anak bisa belajar dan membetulkan bacaan tahsin yang benar lewat murottal ayat per ayat dan memahami teori tadjwid yang banyak bikin anak-anak sekolahan ngeri
. Dan mereka akan mendengar Adzan ketika sedang asyik bermain.
Pembiasaan anak-anak untuk menikmati kebebasan dan kebenaran mulai kulakukan bagi mereka semenjak dini. Biar nanti jika mereka sudah besar punya image yang kuat bahwa OS di PC itu Linux dan Linux itu mudah serta sangat menyenangkan, dan membajak dengan memakai OS atau aplikasi bajakan itu jahat dan tidak benar serta memalukan. Aku sadar benar bahwa kakak-kakak (anak-anak kakakku) kedua bocah cilik itu masih belum benar dalam menggunakan Teknologi IT pada PC mereka. Sudah saatnya mengenalkan bahwa Linux itu adalah Sistem Operasi, Linux itu adalah Komputer dan bukan OS alternatif lagi!!!
Permalink
15 Agustus, 2008 pada 1:08 am
· Disimpan dalam Linux ·Bertanda desktop, distro, Info, installation, live cd, live dvd, opini, review, Sabayon

Sabayon Linux
Menimbang beberapa kali pernyataan sahabat Aditya Agustyana mengenai Sabayon Linux di beberapa forum yang jadi menggelitik hati inih! Saya Memutuskan buat mendonlod Sabayon Linux langsung dari markasnya dengan menggunakan Torrent dan download selesai dalam waktu 1 hari!!! Cuman butuh beberapa kali pertimbangan buat instalasi sabayon secara fisik, Mengingat
saya tidak punya PC lain selain PC jangkrik yang sudah ada fedora 9-nya. Selain itu ketika dicoba pake VirtualBox ataupun VMWare Sabayon tidak menampilkan Desktop Grafis hanya Text mode namun cantik banget! Berlatar warna biru khas Sabayon dengan text berwarna! Memanjakan mata sekali!
Kebulatan tekad muncul ketika VGA Card jadul saya nVidia GeForce MX400 saya ganti dengan nVidia GeForce FX5200 3D, karena saya ingin menikmati Compiz-fusion yang tidak bisa dilakukan di VGA jadul itu. Apa dikata! Yang terjadi justru Fedora 9 cuman bisa mendeteksi VGA baru tersebut dan masuk ke mode Text yang hitam gelap. Hmmm
pikirku waktu yang tepat buat mecicipi Sabayon di PC jangkrik yang dirakit sekitar awal 2003 itu, sebelum balik lagi dioprek dengan Fedora lagi! Segera ambil DVD Installer (tapi lebih mirip CD Livenya Distro Linux yang lain, ini mah DVD Live… ). Sebelumnya DVD Live Sabayon ini pernah dicoba di mesin Sun Ultra 40 di tempat kerja dan memang mantap man! As Clear as a clean glass! Biru, segar dan sangat nyaman dan menyenangkan. Namun di mesin ini gak bisa ku install, ntar saya digampar pemiliknya
. Dengan sangat mantap ku coba DVD Live itu dan berhasil loading sampai ke Desktop tanpa hambatan dengan Driver nVidia yang ter-load secara otomatis. Langsung saja pencet install to disk dan pilih install segalanya. butuh sekitar 1 Jam buat instalasi dan prosesnya jalan bagus di mesin yang cukup tua buat bersenang-senang denga teknologi dekstop 3D Compiz-Fusion (kalau aero mana bisaa!).

KDE di Sabayon Linux
Asyiknya Sabayon ini sudah memberikan segalanya buat dekstoper Linux, namun sedihnya tidak ada aplikasi server sama sekali, tidak ada httpd dan mysql buat bikin blog lokal. Mesti install terpisah! kalau Fedora apapun ada cuman multimedia non-free nya yang musti install terpisah! Mau apa ada, Wine-Doors, Google Earth, Picasa, Virtual Box, Java Plugin dari SUN, beberapa game 3d Extras. Kalau di telusuri semua menunya ternyata cukup komplit buat plug (install) dan play. Test multimedia file non free macam MP3 langsung jalan tanpa perlu nge-patch dengan repo extras non-free. Konfigurasi GUI pun sangat memadai bagi pluger dan player
. Nggak usah repot-repot gitu! Aplikasi lainnya standar linux seperti Gimp, InkScape, OpenOffice (belum cek versinya berapa keburu ngantuk).
Berikut beberapa screen shot Sabayon 3.5 hasil tangkapan sebelum tidur tadi malam. Jadinya (mungkin) si Sabayon ini bakalan nongkrong terus di PC jangkrik di rumah, entah sampai kapan sebelum balik lagi ke Fedora. Mau di oprek dulu sampai puas. Ini merupakan Distro terindah grafisnya, iconnya bagus cerah inspirasional.
-
-
KDE di Sabayon Linux
-
-
Amarok, VirtualBox dan Wine-Doors keren banget!
-
-
Aplikasi grafis Gimp, InkScape dan Picasa
-
-
Paket Manager Spritz mirip banget sama Yumex!
-
-
Deteksi hardware yang keren!
Permalink