Posts Tagged Office
28 Agustus, 2008 pada 1:53 am
· Disimpan dalam opini ·Bertanda CentOS, COA, License, Licensing, Linux, Microsoft, money, Office, paid, prabayar, prepaid, RedHat, Vista, Windows, Xandros
Tidak dipungkiri MS Windows adalah Sistem Operasi Pasaran yang masih banyak peminat di negeri ini. Pihak Microsoft pastinya senang tertawa terbahak-bahak di negeri ini dengan maraknya penguna illegal barang milik mereka. Terlebih dengan jalinan asmara serta terbitnya “surat cinta” dari POLRI bagi pemakai OS milik MS yang masih berstartus bajakan. Ditambah lagi niat dari Kementrian InDag untuk menggunakan aplikasi produk mereka seakan tak sejalan dengan Kementrian KomInfo sebagai motor penggerak IGOS dan FOSS di Indonesia.
Sebagai mantan pemakai dan MS addict saya akui bahwa support driver dari berbagai vendor sangat bagus kecuali untuk Vista! Alasang saya untuk berhenti mengidap ketergantungan pada MS adalah lebih memfokuskan pada kebutuhan hardware, mengingat harga produk MS terkadang lebih mahal dari harga sebuah printer buat nyetak dokumen yang dibikin di word! Meski sekarang mereka mengeluarkan Prepaid Software (saya baca di Tribiun Jabar 27-08-2008), rasa sayang pada rupiah yang susah payah didapat di jaman kini semakin menjadi. Sayang gitu loh duit dikeluarin cuman buat beli hak guna pakai satu aplikasi sedangkan kita sangat bergantung pada format file yang dibuat dan diolah dengan aplikasi tersebut!
Secara antar muka grafis siapa sih yang tidak terpesona dengan tampilan MS Office 2007 yang sempat dipaket dalam bonus suatu majalah komputer di indonesia, apalagi grafis pendukungnya semacam clip-art dan word-artnya yangv menawan, glossy serta berkesan clear dan high tech? Hebat memang! Namun dibalik bagusnya produk MS, salah satu yang jadi ganjalan adalah pengekangan bagi kita. Membeli namun tidak memiliki apalagi dengan paket Prepaid yang ditawarkan. Nagapi sih kalau ada yang fungsionalitasnya sama dan bebas (free, bukan gratis lho!) buat memiliki, mendistribusikan dan memodifikasinya mesti beli dengan jatah yang dibatas kayak Pulsa HaPe? Medning dibeliin chip memory keq! Atau ganti printer keq! Menurutku meski punya cukup duit atau lebih duit, kayaknya lebih enak buat investasi di peripheral yang lain atau buat nyicil motor keluaran terbaru
. Bukannya bermaksud mempengaruhi orang lain atau pun black campaign pada MS namun renungan ini muncul ketika membaca lisensi Prepaid di kamar kecil. Terus terang meski ada linux yang berbayar macam redHat EL, Xandros ataupu NovelSuse, meski sama-sama open source namun tetap aja mengganjal masalah istilah PAID ini. Jadinya diantara teman ada kesimpulan ngapai beli RHEL kalau ada CentOS
. Apa emang ini ciri khas kita yang mengasosiasikan FREE itu GRATIS ?
Memang Microsoft itu bagus dan saya mengenal dunia perkomputeran berkat MS sampai pada mengenal Linux dan jatuh cinta pada 3 Disto besar sekaligus, Ubuntu, OpenSuse dan Fedora. Thank’s Mr. Gates but I will always follow Mr. Torvalds for freedom! Perkembangan dunia Linux memutuskan untuk mulai mengurangi ketergantungan pada segala hal yang berbau proprietary. Saya tegaskan baru mengurangi belum meninggalkan
. Alasannya bukan karena masalah kemajuan teknologi, atau licensing lagi… tapi masalah investasi duit yang makin mengecil nilainya. Membeli hardware untuk mempergagah PC dan NoteBook, atau membeli gadget lainnya lebih menarik ketimbang terus menerus ketergantungan pada satu aplikasi atau sistem operasi demi memiliki hak guna pakai yang sangat mahal yang cuma terdiri dari 25 deret angka yang bernama Certificate Of Authenticity.
Permalink
24 Juli, 2008 pada 5:29 am
· Disimpan dalam Fedora, Office ·Bertanda desktop database, drawing, Fedora, Office, Office Suite, OpenOffice, OpenOffice.org, presentation, spradsheet, word processor, writer
OpenOffice.org merilis versi 3.0 Beta yang merupakan rilis terbaru yang masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Namun secara keseluruhan rilis ini menyajikan keunggulan aplikasi perkantoran canggih untuk saat ini. Yang asyik OOo 3.0 Beta dapat membaca dan membuka file dokumen dalam bentuk *.docx atau yang lebih dikenal dengan Microsoft Word 2007 XML document, Microsoft Excel 2007 XML atau *.xlsx. Dengan fitur ini tidak ada halangan lagi bagi kita untuk tetap bisa bekerja dalam OOo untuk berbagai format dokumen.

OpenOffice.Org 3.0 Beta
Instalasi OpenOffice.Org 3.0 pada Fedora relatif mudah, namun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita hapus dulu Aplikasi OOo 2.4 bawaan Fedora dengan menggunakan Yumex ataupun Add/Remove Software. Pastikan Open Office Core dan semua paket Aplikasi open office versi 2.4 terpilih semuanya untuk dihapus.
Jika kita telah mendownload paket Aplikasi OpenOffice.Org 3.0 dan menyimpannya di direktori Download misalnya, kita tinggal mengekstrak file ini.
$ tar -zxvf OOo_3.0.0beta2_20080707_LinuxIntel_install_en-US.tar.gz
$ls
BEB300_m3_native_packed-1_en-US.9328
OOo_3.0.0beta2_20080707_LinuxIntel_install_en-US.tar.gz
$cd BEB300_m3_native_packed-1_en-US.9328/RPMS
$su
Password:
#rpm -ivh *.rpm
Tunggu sebentar, sampai semua paket telah terinstalasi. Untuk menjalankan OpenOffice.org 3.0 Beta jalankan perintah berikut pada konsole:
$/opt/openoffice.org3/program/soffice.bin
Permalink
5 Oktober, 2007 pada 1:38 am
· Disimpan dalam Office ·Bertanda Office, OpenOffice.org, wirter, word, word processor
Copas (copy – paste) adalah istilah yang sering digunakan di komunitas MyQuran. Copas juga sering digunakan buat menyalin artikel, tutorial dan barang-barang bagus di situs-situs howto, situs masakan, atau situs apapun.
Dalam soal copas men-copas di linux sebelum munculnya OpenOffice.org 2.3 memang sangat menguji kesabaran hati. Bisa-bisa si OOo ngehang kalau copas-an kita mengandung gambar. Sempet frustasi juga nih! Akhrinya balik lagi ke MS Office Word kalau ingin copas howto bagus terutama dari Falko Timme di howtoforge.com .
Duahari yang lalu OOo di Fedoraku (OOo nya yang dari OpenOffice.org bukan bawaan default Fedora) memberisinyal update ke OOo 2.3. Tanpa pikir panjang ta’ klik itu notifikasi dan segera menuju situs OOo, download…. beres install! Setelah selesai install langsung coba dengan copas artikel dari howtoforge. Alhamdulillah! Copas berhasil dan OOo tidak hang! Bahagianya he.. he.. Kupikir kinilah saatnya aplikasi office berganti default ke OpenOffice.org 2.3 yang telah disempurnakan ini.
Selama ini tidak sedikit pengguna komputer meski OS nya aseli (bukan windoze bajakan) namun aplikasi officenya masih belum bermartabat alias non-license. Apasalahnya kini segera mencoba OpenOffice 2.3. Dari segi apapun OOo sudah mampu mengambil alih tugas sehari-hari dalam membuat dokumen, spreadsheet, presentasi, gambar dan bahkan database. Sosialisasi akan penggunaan OOo terutama di instansi pemerintah ataupun bisnis perlu lebih didorong oleh pihak pemerintah. Tentunya pengguna Linux otimatis akan menggunakan OpenOffice.
Permalink