Posts Tagged distro

Dream we can believe in just in my box…

Sabauon Linux

Sabayon Linux

Menimbang beberapa kali pernyataan sahabat Aditya Agustyana mengenai Sabayon Linux di beberapa forum yang jadi menggelitik hati inih! Saya Memutuskan buat mendonlod Sabayon Linux langsung dari markasnya dengan menggunakan Torrent dan download selesai dalam waktu 1 hari!!! Cuman butuh beberapa kali pertimbangan buat instalasi sabayon secara fisik, Mengingat saya tidak punya PC lain selain PC jangkrik yang sudah ada fedora 9-nya. Selain itu ketika dicoba pake VirtualBox ataupun VMWare Sabayon tidak menampilkan Desktop Grafis hanya Text mode namun cantik banget! Berlatar warna biru khas Sabayon dengan text berwarna! Memanjakan mata sekali!

Kebulatan tekad muncul ketika VGA Card jadul saya nVidia GeForce MX400 saya ganti dengan nVidia GeForce FX5200 3D, karena saya ingin menikmati Compiz-fusion yang tidak bisa dilakukan di VGA jadul itu. Apa dikata! Yang terjadi justru Fedora 9 cuman bisa mendeteksi VGA baru tersebut dan masuk ke mode Text yang hitam gelap. Hmmm pikirku waktu yang tepat buat mecicipi Sabayon di PC jangkrik yang dirakit sekitar awal 2003 itu, sebelum balik lagi dioprek dengan Fedora lagi! Segera ambil DVD Installer (tapi lebih mirip CD Livenya Distro Linux yang lain, ini mah DVD Live… ). Sebelumnya DVD Live Sabayon ini pernah dicoba di mesin Sun Ultra 40 di tempat kerja dan memang mantap man! As Clear as a clean glass! Biru, segar dan sangat nyaman dan menyenangkan. Namun di mesin ini gak bisa ku install, ntar saya digampar pemiliknya . Dengan sangat mantap ku coba DVD Live itu dan berhasil loading sampai ke Desktop tanpa hambatan dengan Driver nVidia yang ter-load secara otomatis. Langsung saja pencet install to disk dan pilih install segalanya. butuh sekitar 1 Jam buat instalasi dan prosesnya jalan bagus di mesin yang cukup tua buat bersenang-senang denga teknologi dekstop 3D Compiz-Fusion (kalau aero mana bisaa!).

KDE di Sabayon Linux

KDE di Sabayon Linux

Asyiknya Sabayon ini sudah memberikan segalanya buat dekstoper Linux, namun sedihnya tidak ada aplikasi server sama sekali, tidak ada httpd dan mysql buat bikin blog lokal. Mesti install terpisah! kalau Fedora apapun ada cuman multimedia non-free nya yang musti install terpisah! Mau apa ada, Wine-Doors, Google Earth, Picasa, Virtual Box, Java Plugin dari SUN, beberapa game 3d Extras. Kalau di telusuri semua menunya ternyata cukup komplit buat plug (install) dan play. Test multimedia file non free macam MP3 langsung jalan tanpa perlu nge-patch dengan repo extras non-free. Konfigurasi GUI pun sangat memadai bagi pluger dan player . Nggak usah repot-repot gitu! Aplikasi lainnya standar linux seperti Gimp, InkScape, OpenOffice (belum cek versinya berapa keburu ngantuk).

Berikut beberapa screen shot Sabayon 3.5 hasil tangkapan sebelum tidur tadi malam. Jadinya (mungkin) si Sabayon ini bakalan nongkrong terus di PC jangkrik di rumah, entah sampai kapan sebelum balik lagi ke Fedora. Mau di oprek dulu sampai puas. Ini merupakan Distro terindah grafisnya, iconnya bagus cerah inspirasional.

Komentar (5)

Distroism

http://www.corante.com/mooreslore/archives/images/MaxLinuxPenguin.jpg

Dicuplik dari: http://www.corante.com/mooreslore/archives/images/MaxLinuxPenguin.jpg

“Perseteruan” antara linux user dan salah satu OS yang banyak dipakai di dunia pada jaman beberapa tahun yang lalu sangat kentara terlihat. Meski ada “perdamaian” antara salah satu pemain besar Linux dengan OS yang satu ini, sepertinya “Perseteruan Dingin” ini masih berlanjut. Tidak sedikit “newbies” sudah berani memasang Wallpaper bernuansakan “Peperangan dan Perseteruan” antara Linux OS dan OS tersebut. Banyak juga para artis digital memupuk perseteruan ini dengan gambar-gambar lucu namun nuansa provokatifnya kental sekali.

Jaman terus berlalu dengan tidak terasa. Seiring dengan perkembangan Linux yang super pesat ditambah berkembangnya jumlah distro dengan segudang teknologi dan keindahan desktopnya maka menurut pengamatan saya pengguna Linux kini mulai terkonsentrasi pada berbagai komunitas berbasis distro. Sebutlah di Indonesia ada beberapa komunitas linux atau lebih tepat disebut komunitas distro yang mulai menggeliat, mulai dari yang sudah mapan dan berjumlah banyak anggotanya seperti Komunitas Ubuntu Indonesia, Komunitas OpenSuse Indonesia, dan yang mulai menggeliat Komunitas Fedora Indonesia.

Hal yang menarik terlihat di berbagai forum Linux berbasis distro ini adalah ego dari masing-masing user distro yang dituangkan pada forum milik komunitas distro based itu. Ego yang mengklaim bahwa distro pilihannya lah yang paling oke punya tak jarang menjadi hal yang menggelitik pribadi di luar komunitas atau pihak yang terkait di dalam komunitas tersebut. Tak jarang ada pihak penengah yang menegaskan bahwa Linux lah yang terbaik dan sudah memakai linux itu sudah baik. Ego yang tinggi ini biasanya mengidap pada user yang baru lulus dari tahapan newbie dan pernah dialami pula oleh penulis waktu itu. Hal ini terasa kental pula di setiap institusi yang mulai mengurai ketergantungan akan salah satu produk IT dalam hal ini OS yang berbayar dan mahal ke solusi komunitas. Secara pribadi masing-masing Admin di tiap unit tatkala berdiskusi sarat dengan egoisme sebuah Kotak bernama distro yang kental. Sampai ada komentar lucu di salah satu posting distro 3 besar di dunia dengan menulisan “Perang Distro”.

Padahal di dunia nyata penggunaan linux sangat beragam untuk tujuan tertentu. dan yang memang cocok untuk router dan gateway, ada yang cocok untuk server dan ada yang memang cocok hanya untuk dekstop. Kini setelah berkenalan dengan para user dari distro yang lain (lintas distro) bahwa memang pada dasarnya Distro Linux sendiri mulai menekankan dan berfokus pada rasa dan arah mereka sendiri dan pangsa pengguna tertentu pula. Masing-masing distro punya plus dan minus masing-masing, begitu juga para user. Ada yang lebih senang tantangan, ada pula yang senang dengan kemudahan dan ketidakribetan dalam instalasi dan konfigurasi.

Komentar (17)