Posts Tagged Adobe

Nyeleneh dikit… Dreamweaver di Fedora 9

Berbekal rasa penat dan kesal atas gempuran virus dan malware yang semakin menjadi-jadi dan merosotnya daya beli (Mo beli Vista sayang duitnya.. mending beli Notebook baru) karena harga BBM yang makin kurang ajar he.. he… petualangan buat menambah sakti Fedora Linux berlanjut.

Tahun 2006~2007 lalu sempat beli DreamWeaver aseli dari Macromedia (sebelum jadi Adobe), makin lama makin mendesak keinginan untuk coba install DW di Linux. Akhirnya setelah menemukan tools wine yang asyik punya untuk memungkinkan lingkungan emulasi Windoze di linux berjalan lebih bagus barulah memutuskan untuk menggunakan Single Boot saja dengan membuang Windoze dan hanya menyisakan Linux, meski Windoze nya aseli. He.. he..

Syarat utama untuk dapat menjalankan DreamWeaver di Linux adalah paket wine dan tools Winetricks yang dimaintain oleh Dan Kegel.Untuk donlod winetricks silakan klik kanan link ini dan pilih save link as wintetricks. Setelah beres donlod copykan ke direktori /usr/bin dan dapat langsung dieksekusi (di-run) dengan perintah (sebagai root):

# /usr/bin/winetricks

Hasilnya adalah tampilan di bawah ini:

WinTricks

Dengan winetricks kita dapan mendownload library developmnet dari MS, semacam dcom98, mdac, dot net, vb, vc… dll. Installah satu p satu kalau tidak maka Fedora Linux akan Hang!!!

Setelah terasa cukup, tingallah instalasi Dreamweaver 8 kita instalasi. Masukkan CD Rom installernya dan siapkan Serial Number Original. Jalankan Wine: Applications > Wine > Wine Explorer. Navigasi ke folder /media dan klik CD-Rom yang telah ter-mount di sana. Klik aplikasi instalasi  Dreamweaver dan ikuti selanjutnya persis ketika install DW di Windoze, setelah beres instalasi dan memasukkan Serial Number Original, DW siap dieksekusi dan Screen Shotnya seperti di bawah ini.

DW on F9

Komentar (4)

Sulphur yang menyengat…..

My SuphurSetelah menunggu nVidia merilis driver yang kompatibel dengan Fedora 9 alias Sulphur, tak tahan lagi nih hasrat, he… he…, untuk menjajal distro yang cakep ini. Tanpa banyak menunggu kesempatan lagi, DVD ISO media installer F9 yang telah di donlod 2 minggu lalu ini mulai kugunakan untuk instalasi bagi 2 komputer berbeda, yang satu LapTop kesayanganku HP Compaq nw9440 dengan graphic nVidia Quadro FX 1500M, satu lagi komputer jangkrik buatan ku yang berprosesor AMD Athlon XP 1800++ serta kartu grafis nVidia GeForce MX…. nah.. seri nya lupa pokoke nVidia kelas jadul dah!

Instalasi di LapTop berjalan sukses tanpa hambatan sama sekali, setelah selesai instalasi kita disuguhi dengan desktop biru yang lembut di mata namun menyengat jiwa!!! Sulphur memakai desktop Nodoka yang lebih lembut dan ma’nyuss yang beda dengan Nodoka di F8 yang masih berkesan keras dan kaku. Lantas setelah itu dilanjutkan dengan instalasi repository Livna untuk menginstall driver grafik nVidia agar lebih lembut dan cerah desktop Sulphurku. Semua repository diarahkan ke baseurl dari kambing http://dl2.foss-id.web.id/fedora agar proses donlod berlangsung cepat dan mirror tetap ke mirror repos fedora yang ada di seluruh dunia. Selang beberapa saat instalasi dengan menggunakan yum, instalasi selesai dengan mulus, lantas reboot…. dan byassss logo nVidia sekilas menyapa kita tanda instalasi driver grafiknya sukses.

Lanjut dengan menambahkan repository Adobe untuk flashplugins dan Adobe Reader 8 (mudah-mudahan adobe merilis aplikasi versi Linuxnya setelah mereka meng-OpenSource-kan beberapa softwarenya). Ini menjadi wajib he.. he. Untuk semnetara repository dari Livna dan Adobe cukup untuk mempercantik Sulphur kita ini.

Aplikasi biasa yang menjadi barang wajib bagiku adalah amarok-extras-non-free dari Livna, krusader buat menjelajahi samba dan ftp, kchmviewer, inkscape, Picasa 2.7, Google Earth, scribus serta digikam. Paling tidak aplikasi-aplikasi tadi cukup memuaskan untuk Desktop.

Giliran si jangkrikku yang ada di rumah, ini rada ribet dikit karena ketika diinstallkan di Jangkrik mode instalasi grafis F9 melotot tanpa henti sampe berjam-jam. Meski telah di coba buat instalasi grafis hasilnya sama. Lantas coba instalasi berbasis text… lancar tanpa masalah. Ehmm… dibanding dengan Fedora 8 si jangkrik ini lebih cepat kinerjanya dengan Fedora 9, cuman masalahnya karena intalasi dengan mode text yang muncul hanyalah mode text linux bukan GDM. Tapi… biarlah! Yang jelas begitu login dan ketik perintah startx desktop Gnome yang merupakan andalanku tampil tak kalah cantiknya. Namun jadi penasaran nih, masa’ sih gak bisa install graphical mode? Rasa penasaran ini gak padam juga, lalu aku reinstall F9 dan ternyata sukses!

Catatan: Kambing dicoret karena tidak bagus dan sering error. gimana nih Admin Kambing? Jangan seperti wasit sepak bola dong yang sering berat sebelah :-P

Komentar (9)