My Babies and their Tux

My Babies playing GCompris

Aku punya dua orang anak, sejodo! Yang gede cowok 3 tahun dan yang bontot (calon bontot :-P ) 2 tahun. Lagi lucu-lucunya. Saking seringya mereka melihat bapaknya noprek Linux, mereka juga ingin ikut ambil bagian buat berpartisipasi dan selalu minta main game! Untungnya Linux menyediakan game edukasi yang komplit dan tak kalah kualitasnya dengan game serupa yang komersil. Bermodalkan GCompris dan Childsplay serta TuxPaint mereka bisa tertawa-tawa gembira sambil belajar menggerakkan mouse dan memijik keyboard meski belum mengerti apa instruksi dari setiap permaian.

Mereka mengenal berbagai suara binatang, suara kendaraan dan bunyi-bunyi lainnya yang mengharuskan si pemain menunjukkan gambarnya. Luar biasa 2 balita ini 65 persen bisa mengklik mouse pada jawaban yang tepat meski saya tak pernah mau memberi tahu mereka :) . GCompris memang dirancang buat anak-anak usia mulai 2 tahun sampai dengan 14 tahun. Si sulung lebih suka main TuxPaint dan Super Tux Cart (dengan gue sebagai driver dan dia sebagai penggembira yang selalu berteriak dan bersorak jika si Tux berhasil mengebom Evil Tux, Yeti dan icon Si Gimp). Ternyata Linux bisa menjalin kehangatan antara Ortu dan anak-anak ya :-P . GCompris di Fedora yang kupasang berbicara dan mengumumkan sesuatu hal dalam bahasa Indonesia. Jadi Si Sulung dan Si Bontot selalu mengikuti komentar “Berhasil!” jika kebetulan mereka memilih jawaban yang benar, dan berteriak “Yaaa Salah!” jika GCompris menilai jawaban mereka salah! Meski salah atau benar tawa selalu keluar dari mereka.

Mengenalkan pendidikan keagamaan khususnya Islam menjadi mudah dan terbantu dengan paket-paket aplikasi Islami semacam Zekr dan Minbar. Kita dan anak-anak bisa belajar dan membetulkan bacaan tahsin yang benar lewat murottal ayat per ayat dan memahami teori tadjwid yang banyak bikin anak-anak sekolahan ngeri :-P . Dan mereka akan mendengar Adzan ketika sedang asyik bermain.

Pembiasaan anak-anak untuk menikmati kebebasan dan kebenaran mulai kulakukan bagi mereka semenjak dini. Biar nanti jika mereka sudah besar punya image yang kuat bahwa OS di PC itu Linux dan Linux itu mudah serta sangat menyenangkan, dan membajak dengan memakai OS atau aplikasi bajakan itu jahat dan tidak benar serta memalukan. Aku sadar benar bahwa kakak-kakak (anak-anak kakakku) kedua bocah cilik itu masih belum benar dalam menggunakan Teknologi IT pada PC mereka. Sudah saatnya mengenalkan bahwa Linux itu adalah Sistem Operasi, Linux itu adalah Komputer dan bukan OS alternatif lagi!!!

& Komentar »

  1. djunaedird berkata

    Ini namanya berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian……..

  2. syifanux berkata

    kok bisa ya ada cerita kek diatas…… tapi itu nyata kan? he he he
    jadi pengen niru, cuma bedanya ama adek-adek bukan ama anak-anak ;-)

  3. canmasagi berkata

    Bener Mas! Inih realita. Sebelum mereka kenal yag lain kenalin dulu GNU/Linux dan FOSS sedari awal!

  4. CLO berkata

    mirip meski tidak 100% sama, kalo saya dan anak makenya di Ubuntu. tapi tetep cerita mas ini menginspirasi bagi saya. Pengen install childplay juga nih..

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar