“Perseteruan” antara linux user dan salah satu OS yang banyak dipakai di dunia pada jaman beberapa tahun yang lalu sangat kentara terlihat. Meski ada “perdamaian” antara salah satu pemain besar Linux dengan OS yang satu ini, sepertinya “Perseteruan Dingin” ini masih berlanjut. Tidak sedikit “newbies” sudah berani memasang Wallpaper bernuansakan “Peperangan dan Perseteruan” antara Linux OS dan OS tersebut. Banyak juga para artis digital memupuk perseteruan ini dengan gambar-gambar lucu namun nuansa provokatifnya kental sekali.
Jaman terus berlalu dengan tidak terasa. Seiring dengan perkembangan Linux yang super pesat ditambah berkembangnya jumlah distro dengan segudang teknologi dan keindahan desktopnya maka menurut pengamatan saya pengguna Linux kini mulai terkonsentrasi pada berbagai komunitas berbasis distro. Sebutlah di Indonesia ada beberapa komunitas linux atau lebih tepat disebut komunitas distro yang mulai menggeliat, mulai dari yang sudah mapan dan berjumlah banyak anggotanya seperti Komunitas Ubuntu Indonesia, Komunitas OpenSuse Indonesia, dan yang mulai menggeliat Komunitas Fedora Indonesia.
Hal yang menarik terlihat di berbagai forum Linux berbasis distro ini adalah ego dari masing-masing user distro yang dituangkan pada forum milik komunitas distro based itu. Ego yang mengklaim bahwa distro pilihannya lah yang paling oke punya tak jarang menjadi hal yang menggelitik pribadi di luar komunitas atau pihak yang terkait di dalam komunitas tersebut. Tak jarang ada pihak penengah yang menegaskan bahwa Linux lah yang terbaik dan sudah memakai linux itu sudah baik. Ego yang tinggi ini biasanya mengidap pada user yang baru lulus dari tahapan newbie dan pernah dialami pula oleh penulis waktu itu. Hal ini terasa kental pula di setiap institusi yang mulai mengurai ketergantungan akan salah satu produk IT dalam hal ini OS yang berbayar dan mahal ke solusi komunitas. Secara pribadi masing-masing Admin di tiap unit tatkala berdiskusi sarat dengan egoisme sebuah Kotak bernama distro yang kental. Sampai ada komentar lucu di salah satu posting distro 3 besar di dunia dengan menulisan “Perang Distro”.
Padahal di dunia nyata penggunaan linux sangat beragam untuk tujuan tertentu. dan yang memang cocok untuk router dan gateway, ada yang cocok untuk server dan ada yang memang cocok hanya untuk dekstop. Kini setelah berkenalan dengan para user dari distro yang lain (lintas distro) bahwa memang pada dasarnya Distro Linux sendiri mulai menekankan dan berfokus pada rasa dan arah mereka sendiri dan pangsa pengguna tertentu pula. Masing-masing distro punya plus dan minus masing-masing, begitu juga para user. Ada yang lebih senang tantangan, ada pula yang senang dengan kemudahan dan ketidakribetan dalam instalasi dan konfigurasi.





andif berkata
apapun distronya yang penting linux
oyra berkata
mungkin kembali lagi ke latar belakang masing-masing ya, kalo saya sih untuk urusan teknologi, gak ada itu yang namanya techno-religion model seperti mac-addict atawa linux geek dsb, saya memilih agnostic saja deh
personally saya suka user interface opensuse, berhubung newbie di linux, saya cenderung cari yang rada susah untuk pembelajaran.yaitu fedora (gak berani pake slackware).
Opensuse/Suse disorot tajam oleh komunitas linux karena kerjasama patennya dengan microsoft. Sementara microsoft melancarkan taktik FUD (Fear, Uncertainty & Doubts) dengan mempersiapkan lawsuit kepada linux akan 235 paten yang diklaim miliknya telah digunakan oleh linux. hehehe …. kursi empuk vp Icaza serasa menjadi panasss.
technology is only a technology until it was invented. so keep agnostic … and keep being free.
thanks
canmasagi berkata
Memang Linux is an Operating System, not a part or any religion. Cuman kata orang kalau sudah cinta jadi buta (bukan cinta itu buta ya tho
)…
Dengan gairah pada newbie yang membludak kadang isme ini kental dan cenderung menjadi “pemaksaan” meski gak kentara. Contoh: “Pake ******* Linux aja bagus koq”
Lantas ditimpalin sama penganut distro lain: “Nggak ****** Linux itu mah &*%$#@”….
Ada yang extrem : Kalau mau gitu pergi sana ke Forumnya )(*&^%$#@, disni gak perlu *&^%%$”
Rame nih! Padahal Rootnya satu LINUX (Linus Trrovalds). Padahal kalau dianalogikan singkong (Manihot utilisima) bahan dasarnya cuman satu si singkong itu. Kalo orang Jawa Barat menyajikan singkong bermacam-macam dan cara masaknya juga berbagai cara, macam comro (oncom di jero [sambal oncom pedas berbalut bubur singkong yang digorang], misro [sejenis comro cuman isinya gula merah], opak, kicimpring, urab), keripik di Sumatera Barat ada yang Khas yaitu keripik singkong Balado…. nah ini mungkin analogi Linux
(kasar banget yak?
). Bahan dasar sama (kernel) tapi cara masaknya beda (file system dan package maagement), pecis singkong dengan berbagai produknya, bagaimana pun bentungnya rasa singkongnya gak pernah ilang.!
oyra berkata
bener juga, tapi sekarang singkong-nya sudah mulai diutak-atik sama microsoft, kalo sekarang linux rasa microsoft sudah banyak, bukan nggak mungkin besok-besok singkongnya sudah hilang sebagian atau hilang sama sekali…. who knows?
btw, thanks atas tulisan mas masagi soal virtualbox / vmware. saya mencoba membalik paradigma lama saya…. main-main linux secara virtual. sekarang saya justru main-main xp secara virtual hehehe ….
VirtualBox ternyata lebih gegas ketimbang VMWare
, cuma lagi cari gimana cara sharing folder dan setting usb, dari semalam ngoprek-ngoprek, masih belum ketemu, lagi googling cari caranya nih, mas masagi punya resepnya nggak?
thanks,
canmasagi berkata
Saya lebih sering justeru pake VMWareServer dan jarang pake VirtualBox, memang VBox lebih kencang cuman mesti ngoprek manual.
Dichi Al Faridi berkata
“lakum dinukum wa liyadin”
Hehehe… itu mah untuk agama…
tapi bisa diturunkan juga untuk memilih Linux.
Dichi Al Faridi berkata
Aku pribadi pake fedora karena keterbiasaan sejak pakai redhat…
Namun, Ubuntu dan openSuse pun menjadi bagian hidup ku yang lain..
ariefdj berkata
Apapun Distro-nya, Windows™ Operating Systemnya… hehe..
dani berkata
kl bawa2 ‘ideologi distro’ ribet jg ya..yg bingung malah para pemula (pengguna ms windows) spt saya dan rekan2 lain..mo milih distro ini dibilangnya bagusan itu..akhirnya saran yg bs diterima adalah: coba dan rasakan bedanya
linux itu pilihan
canmasagi berkata
Kang Arief he.. he… Distro oom Bill cuman atu-atunya
Biarin dah yang penting Aseli ya khan Kang?
Milih Linux itu ibarat Jodo… kalo belum nemu mah pasti gentayangan dan kalo dah jodo pasti pasti bawa-bawa nama distronya. Kayak Kelompok Linux di Bandung yang Identik dengan Distro no 1 di Dunia…. Segala acara dan Tute pasti yang itu….
oyra berkata
untuk para microserf (pengguna microsoft) yang mau convert ke linux tanpa mau yang ribet-ribet pasti akan menyukai OpenSuse (brothers in arms-nya Microsoft hehehe),Ubuntu, atau PCLinuxOS
apapun distronya yang penting linux (bukan teh botol sosro). pilihlah yang asli (asalkan linux). taela
perang distro bisa jadi memudahkan “musuh bersama” untuk mengintai dan menyerang (bahkan dari dalam). mirip bangsa borg yang berkata : “you will be assimilated … resistance is futile”
(sedikit manas-manasin biar pada anti microsoft semua … hihi)
thanks
canmasagi berkata
Yang penting sih Prinsip “Bhinneka Tunggal Ika”, apapun (kayak iklan minuman aja…) distronya yang pentung LINUX!
Apapun Komunitasnya yang penting Linux digunakan dan dieksplorasi dan dibagi-bagi….
oyra berkata
sori OOT, maksudnya biar cepet aja mas masagi
VirtualBox setelah instalasi biasanya selalu ada 2 problem, yaitu USB dan Shared Folder yang nggak jalan. Problem USB adalah, nggak bisa digunakan untuk regular user / non root.
hasil googling & ngoprek, ternyata USB problem di VirtualBox bisa diselesaikan dengan cara sbb:
1. Instal VirtualBox addition (saya pake win xp guest)
2. enable USB di VirtualBox host GUI
3. buat group usb, tambahkan user ke dalamnya
4. edit /etc/fstab, sisipkan baris sbb:
none /sys/bus/usb/drivers usbfs devgid=502,devmode=664 0 0
# catatan :devgid merujuk ke id group usb yang dibuat sebelumnya
5. reboot
nah, tinggal problem Shared Folder saja yang belum ketemu. emang saya rada ngotot pake VirtualBox karena jauh lebih cepat ketimbang vmware server. sekedar sharing saja …:)
thanks,
Andhieji3 berkata
Wuih rupanya seru banget nih CommenTx ^^
Mmmmm sebaiknya seBagai seoRAnG PemaKai LinuX yang BaeeeeeEk kita G MesTi BiLang DistRo Apa Yang WaJib D Pake Ama NeWbiE
SehaRusnya Kita MeMbertaHu mereKa Tentang KelebiHan daN KekuRangan Masing2 DistrO, , ,
Nah, SeLanjutNya SisA UruSan Si NeWbie Itu Ama TuHan (Loh Kok GWa baWa naMa TuHan SeGala????)
Tapi Kalo Gwa biAsax NgasiH Saran SeriNgx Ke DisTro BasiS SeperTi
DebiAn
RedHat
SLacKwaRe
cozZ KaLo SudaH meNguasai 3 DistRo di Atas yaaaa SeLesai Sudah Mau PaKe DisTro Apa Aja BiSaaaaaaaa… asaLkan TeTap TuRunaN dari 3 DisTro DiaTas ^^
KecUaLi Kalo Ada Lagi disTro Baru Yang MuncuL
Udah Dulu Yah
(Kalo ada yang salah harap maklum coz kita masih sama-sama belajar,, hehe sebenerx ini sih yang bikin gwa suka ama LINUX karena tidak dalam sejarah pengguna LinuX ada orang yang mencapai posisi atau keadaan dimana dia nggak usah belajar lagi tentang sistem/kernel)
oh HampiR Lupa SaLam buaT seMua DebiaNist yang Singgah D siTus ini
andhie_tebun_onatank@yahoo.co.id
quzu berkata
mas-mas..
tolongin dunk ane pake ubuntu M E,trus dh instal vbox,tapi usbnya tetep ga bisa dibaca di vboxnya,trus mo jalanin printah grep vbox /etc/group .jg ga muncul tuh..padahal udah adduser..plzz kirim ke email aj za quzukaqu@gmail.com
canmasagi berkata
Kalo gak salah di Helpnya ada mas… malah Ubuntu Lebih mudah daripada Fedora
NurElly berkata
saya pernah gak tidur 3 hari gara2 gila oprek linux pertama kali…!!
gue penasaran kenapa linux tuh susah banget ,setelah pertempuran selama 3 hari akhirnya linuxku rusak total. mungkin ada yang ke delete apanya gtu, kemudian aku berhenti seminggu tuh merenung bentar dan mulai belajar linux lagi and jrenggg tiba2 gue bisa tuh linux waktu itu Redhat enterprise 4,dan entah darimana gue udah ngacir , kayaknya udah gak mikir lagi soal rumus2 linuxnya tinggal cari tutorial di internet copas sana sini coba2 TARAAAA.. bisa wuhuhu Asyyyyyyyyyiiiikkkkkkk….,gue kuasai tuh Linux dalam Sebulan sampai2 gue sakit tuh 2 minggu demam beneran dan gak masuk Kul setelah sebulan kemudian
ALKISAH SAYA NGEBUT BELAJAR LINUX