Arsip untuk Agustus, 2008

Microsoft itu Bagus…

Tidak dipungkiri MS Windows adalah Sistem Operasi Pasaran yang masih banyak peminat di negeri ini. Pihak Microsoft pastinya senang tertawa terbahak-bahak di negeri ini dengan maraknya penguna illegal barang milik mereka. Terlebih dengan jalinan asmara serta terbitnya “surat cinta” dari POLRI bagi pemakai OS milik MS yang masih berstartus bajakan. Ditambah lagi niat dari Kementrian InDag untuk menggunakan aplikasi produk mereka seakan tak sejalan dengan Kementrian KomInfo sebagai motor penggerak IGOS dan FOSS di Indonesia.

Sebagai mantan pemakai dan MS addict saya akui bahwa support driver dari berbagai vendor sangat bagus kecuali untuk Vista! Alasang saya untuk berhenti mengidap ketergantungan pada MS adalah lebih memfokuskan pada kebutuhan hardware, mengingat harga produk MS terkadang lebih mahal dari harga sebuah printer buat nyetak dokumen yang dibikin di word! Meski sekarang mereka mengeluarkan Prepaid Software (saya baca di Tribiun Jabar 27-08-2008), rasa sayang pada rupiah yang susah payah didapat di jaman kini semakin menjadi. Sayang gitu loh duit dikeluarin cuman buat beli hak guna pakai satu aplikasi sedangkan kita sangat bergantung pada format file yang dibuat dan diolah dengan aplikasi tersebut!

Secara antar muka grafis siapa sih yang tidak terpesona dengan tampilan MS Office 2007 yang sempat dipaket dalam bonus suatu majalah komputer di indonesia, apalagi grafis pendukungnya semacam clip-art dan word-artnya yangv menawan, glossy serta berkesan clear dan high tech? Hebat memang! Namun dibalik bagusnya produk MS, salah satu yang jadi ganjalan adalah pengekangan bagi kita. Membeli namun tidak memiliki apalagi dengan paket Prepaid yang ditawarkan. Nagapi sih kalau ada yang fungsionalitasnya sama dan bebas (free, bukan gratis lho!) buat memiliki, mendistribusikan dan memodifikasinya mesti beli dengan jatah yang dibatas kayak Pulsa HaPe? Medning dibeliin chip memory keq! Atau ganti printer keq! Menurutku meski punya cukup duit atau lebih duit, kayaknya lebih enak buat investasi di peripheral yang lain atau buat nyicil motor keluaran terbaru :D . Bukannya bermaksud mempengaruhi orang lain atau pun black campaign pada MS namun renungan ini muncul ketika membaca lisensi Prepaid di kamar kecil. Terus terang meski ada linux yang berbayar macam redHat EL, Xandros ataupu NovelSuse, meski sama-sama open source namun tetap aja mengganjal masalah istilah PAID ini. Jadinya diantara teman ada kesimpulan ngapai beli RHEL kalau ada CentOS :-P . Apa emang ini ciri khas kita yang mengasosiasikan FREE itu GRATIS ? :D

Memang Microsoft itu bagus dan saya mengenal dunia perkomputeran berkat MS sampai pada mengenal Linux dan jatuh cinta pada 3 Disto besar sekaligus, Ubuntu, OpenSuse dan Fedora. Thank’s Mr. Gates but I will always follow Mr. Torvalds for freedom! Perkembangan dunia Linux memutuskan untuk mulai mengurangi ketergantungan pada segala hal yang berbau proprietary. Saya tegaskan baru mengurangi belum meninggalkan :-P . Alasannya bukan karena masalah kemajuan teknologi, atau licensing lagi… tapi masalah investasi duit yang makin mengecil nilainya. Membeli hardware untuk mempergagah PC dan NoteBook, atau membeli gadget lainnya lebih menarik ketimbang terus menerus ketergantungan pada satu aplikasi atau sistem operasi demi memiliki hak guna pakai yang sangat mahal yang cuma terdiri dari 25 deret angka yang bernama Certificate Of Authenticity.

Komentar (5)

My Babies and their Tux

My Babies playing GCompris

Aku punya dua orang anak, sejodo! Yang gede cowok 3 tahun dan yang bontot (calon bontot :-P ) 2 tahun. Lagi lucu-lucunya. Saking seringya mereka melihat bapaknya noprek Linux, mereka juga ingin ikut ambil bagian buat berpartisipasi dan selalu minta main game! Untungnya Linux menyediakan game edukasi yang komplit dan tak kalah kualitasnya dengan game serupa yang komersil. Bermodalkan GCompris dan Childsplay serta TuxPaint mereka bisa tertawa-tawa gembira sambil belajar menggerakkan mouse dan memijik keyboard meski belum mengerti apa instruksi dari setiap permaian.

Mereka mengenal berbagai suara binatang, suara kendaraan dan bunyi-bunyi lainnya yang mengharuskan si pemain menunjukkan gambarnya. Luar biasa 2 balita ini 65 persen bisa mengklik mouse pada jawaban yang tepat meski saya tak pernah mau memberi tahu mereka :) . GCompris memang dirancang buat anak-anak usia mulai 2 tahun sampai dengan 14 tahun. Si sulung lebih suka main TuxPaint dan Super Tux Cart (dengan gue sebagai driver dan dia sebagai penggembira yang selalu berteriak dan bersorak jika si Tux berhasil mengebom Evil Tux, Yeti dan icon Si Gimp). Ternyata Linux bisa menjalin kehangatan antara Ortu dan anak-anak ya :-P . GCompris di Fedora yang kupasang berbicara dan mengumumkan sesuatu hal dalam bahasa Indonesia. Jadi Si Sulung dan Si Bontot selalu mengikuti komentar “Berhasil!” jika kebetulan mereka memilih jawaban yang benar, dan berteriak “Yaaa Salah!” jika GCompris menilai jawaban mereka salah! Meski salah atau benar tawa selalu keluar dari mereka.

Mengenalkan pendidikan keagamaan khususnya Islam menjadi mudah dan terbantu dengan paket-paket aplikasi Islami semacam Zekr dan Minbar. Kita dan anak-anak bisa belajar dan membetulkan bacaan tahsin yang benar lewat murottal ayat per ayat dan memahami teori tadjwid yang banyak bikin anak-anak sekolahan ngeri :-P . Dan mereka akan mendengar Adzan ketika sedang asyik bermain.

Pembiasaan anak-anak untuk menikmati kebebasan dan kebenaran mulai kulakukan bagi mereka semenjak dini. Biar nanti jika mereka sudah besar punya image yang kuat bahwa OS di PC itu Linux dan Linux itu mudah serta sangat menyenangkan, dan membajak dengan memakai OS atau aplikasi bajakan itu jahat dan tidak benar serta memalukan. Aku sadar benar bahwa kakak-kakak (anak-anak kakakku) kedua bocah cilik itu masih belum benar dalam menggunakan Teknologi IT pada PC mereka. Sudah saatnya mengenalkan bahwa Linux itu adalah Sistem Operasi, Linux itu adalah Komputer dan bukan OS alternatif lagi!!!

Komentar (4)

Instalasi Zekr di Fedora 9

Zekr adalah Al-Qur’an digital yang dibuat untuk Linux. Aplikasi ini bersifat bebas dan OpenSource serta dapat diperoleh tanpa membeli, namun tentunya untuk mendapatkannya diperlukan biaya setidaknya ongkos koneksi internet.

Fiturnya sangat komplit dan tak kalah dengan aplikasi multimedia Al-Qur’an digital komersil yang berjalan di sistem operasi pasaran yang masih banyak dibajak orang. Terjemahannya pun banyak tersedia termasuk Tarjamah Bahasa Indonesia. Selain itu fitur yang bagus adalah tilawah (Recitation) Al-Qur’an dari 3 tokoh murottal terkenal yaitu Al-Minshawi, Al-Ghamidi dan Al-Hozaify. Kita bisa memilih murottal yang dikehendaki.

The Zekr project stands by the following principle: Never Profit Off The Prophet. All programs are and will always be Free and Open Source. That means that anyone can see and contribute to developing Zekr.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (6)

Bekal Romadhon dari Hardy

Ubuntu Muslim EditonAkhirnya datang juga… Info Linux edisi 09/2008. Bersiap dengan suasana Romadhon yang Agung, IF ngasih bonus yang cakep sekali yaitu Hardy Heron Muslim Editon. Suatu bonus yang paten banget buat ngabuburit sambil ngoprek Linux terus nambah wawasan dengan membaca Al-Qur’an dari Zekr, kalo kebablasan ngoprek Minbar akan mengingatkan kita untuk segera shalat, atau memang nunggu-nuggu minbar mengumandangkan Adzan maghrib tanda buka puasa :-P . HardyHeron Muslim Edition lebih komplit dari ME sebelumnya kini ada ensiklopedia Muslim Thwab dan Monajat yang merupakan kumpulan do’a-do’a. Hal yang sangat menarik adalah cursor HHME (Hardy Heron Muslim Edition :-P ) yang terus-menerus mengingatkan kita berdzikir untuk mengagungkan Allah SWT, Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaha Ilallah, Allahu Akbar. Kemanapun kita menggerakkan kursor HHME mengingakkan kita buat berdzikir cocok banget buat kehidupan sehari-hari. Screen Savernya juga tak hanya sekedar Screen Saver, di sana tertulis cuplikan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Ada satu hal yang mengganjal bahwa IF memprint ayat suci Kursiy di DVD Bonusnya, semestinya ayat suci tidak sembarangan diprint pada sembarang permukaan, apalagi ayat Kursiy. Bagaimanapun meski sepenggal ayat, namun itu bagian dari Al-Qur’an. Muslim yang dapat DVD itu pasti dan mesti merawat DVD itu dengan baik dan pantas karena ada ayat Al-Quran tecetak di atasnya. Sepenggal ayat bukan hal remeh dan sembarangan. Meski ada perintah buat menyampaikannya walau hanya satu ayat. Marhaban Yaa Romadhon… semoga kita semua sampai pada waktu yang mulia ini dan dapat meraih kemenangan di 1 Syawal yang akan datang.

Komentar (10)

Dream we can believe in just in my box…

Sabauon Linux

Sabayon Linux

Menimbang beberapa kali pernyataan sahabat Aditya Agustyana mengenai Sabayon Linux di beberapa forum yang jadi menggelitik hati inih! Saya Memutuskan buat mendonlod Sabayon Linux langsung dari markasnya dengan menggunakan Torrent dan download selesai dalam waktu 1 hari!!! Cuman butuh beberapa kali pertimbangan buat instalasi sabayon secara fisik, Mengingat saya tidak punya PC lain selain PC jangkrik yang sudah ada fedora 9-nya. Selain itu ketika dicoba pake VirtualBox ataupun VMWare Sabayon tidak menampilkan Desktop Grafis hanya Text mode namun cantik banget! Berlatar warna biru khas Sabayon dengan text berwarna! Memanjakan mata sekali!

Kebulatan tekad muncul ketika VGA Card jadul saya nVidia GeForce MX400 saya ganti dengan nVidia GeForce FX5200 3D, karena saya ingin menikmati Compiz-fusion yang tidak bisa dilakukan di VGA jadul itu. Apa dikata! Yang terjadi justru Fedora 9 cuman bisa mendeteksi VGA baru tersebut dan masuk ke mode Text yang hitam gelap. Hmmm pikirku waktu yang tepat buat mecicipi Sabayon di PC jangkrik yang dirakit sekitar awal 2003 itu, sebelum balik lagi dioprek dengan Fedora lagi! Segera ambil DVD Installer (tapi lebih mirip CD Livenya Distro Linux yang lain, ini mah DVD Live… ). Sebelumnya DVD Live Sabayon ini pernah dicoba di mesin Sun Ultra 40 di tempat kerja dan memang mantap man! As Clear as a clean glass! Biru, segar dan sangat nyaman dan menyenangkan. Namun di mesin ini gak bisa ku install, ntar saya digampar pemiliknya . Dengan sangat mantap ku coba DVD Live itu dan berhasil loading sampai ke Desktop tanpa hambatan dengan Driver nVidia yang ter-load secara otomatis. Langsung saja pencet install to disk dan pilih install segalanya. butuh sekitar 1 Jam buat instalasi dan prosesnya jalan bagus di mesin yang cukup tua buat bersenang-senang denga teknologi dekstop 3D Compiz-Fusion (kalau aero mana bisaa!).

KDE di Sabayon Linux

KDE di Sabayon Linux

Asyiknya Sabayon ini sudah memberikan segalanya buat dekstoper Linux, namun sedihnya tidak ada aplikasi server sama sekali, tidak ada httpd dan mysql buat bikin blog lokal. Mesti install terpisah! kalau Fedora apapun ada cuman multimedia non-free nya yang musti install terpisah! Mau apa ada, Wine-Doors, Google Earth, Picasa, Virtual Box, Java Plugin dari SUN, beberapa game 3d Extras. Kalau di telusuri semua menunya ternyata cukup komplit buat plug (install) dan play. Test multimedia file non free macam MP3 langsung jalan tanpa perlu nge-patch dengan repo extras non-free. Konfigurasi GUI pun sangat memadai bagi pluger dan player . Nggak usah repot-repot gitu! Aplikasi lainnya standar linux seperti Gimp, InkScape, OpenOffice (belum cek versinya berapa keburu ngantuk).

Berikut beberapa screen shot Sabayon 3.5 hasil tangkapan sebelum tidur tadi malam. Jadinya (mungkin) si Sabayon ini bakalan nongkrong terus di PC jangkrik di rumah, entah sampai kapan sebelum balik lagi ke Fedora. Mau di oprek dulu sampai puas. Ini merupakan Distro terindah grafisnya, iconnya bagus cerah inspirasional.

Komentar (5)

Distroism

http://www.corante.com/mooreslore/archives/images/MaxLinuxPenguin.jpg

Dicuplik dari: http://www.corante.com/mooreslore/archives/images/MaxLinuxPenguin.jpg

“Perseteruan” antara linux user dan salah satu OS yang banyak dipakai di dunia pada jaman beberapa tahun yang lalu sangat kentara terlihat. Meski ada “perdamaian” antara salah satu pemain besar Linux dengan OS yang satu ini, sepertinya “Perseteruan Dingin” ini masih berlanjut. Tidak sedikit “newbies” sudah berani memasang Wallpaper bernuansakan “Peperangan dan Perseteruan” antara Linux OS dan OS tersebut. Banyak juga para artis digital memupuk perseteruan ini dengan gambar-gambar lucu namun nuansa provokatifnya kental sekali.

Jaman terus berlalu dengan tidak terasa. Seiring dengan perkembangan Linux yang super pesat ditambah berkembangnya jumlah distro dengan segudang teknologi dan keindahan desktopnya maka menurut pengamatan saya pengguna Linux kini mulai terkonsentrasi pada berbagai komunitas berbasis distro. Sebutlah di Indonesia ada beberapa komunitas linux atau lebih tepat disebut komunitas distro yang mulai menggeliat, mulai dari yang sudah mapan dan berjumlah banyak anggotanya seperti Komunitas Ubuntu Indonesia, Komunitas OpenSuse Indonesia, dan yang mulai menggeliat Komunitas Fedora Indonesia.

Hal yang menarik terlihat di berbagai forum Linux berbasis distro ini adalah ego dari masing-masing user distro yang dituangkan pada forum milik komunitas distro based itu. Ego yang mengklaim bahwa distro pilihannya lah yang paling oke punya tak jarang menjadi hal yang menggelitik pribadi di luar komunitas atau pihak yang terkait di dalam komunitas tersebut. Tak jarang ada pihak penengah yang menegaskan bahwa Linux lah yang terbaik dan sudah memakai linux itu sudah baik. Ego yang tinggi ini biasanya mengidap pada user yang baru lulus dari tahapan newbie dan pernah dialami pula oleh penulis waktu itu. Hal ini terasa kental pula di setiap institusi yang mulai mengurai ketergantungan akan salah satu produk IT dalam hal ini OS yang berbayar dan mahal ke solusi komunitas. Secara pribadi masing-masing Admin di tiap unit tatkala berdiskusi sarat dengan egoisme sebuah Kotak bernama distro yang kental. Sampai ada komentar lucu di salah satu posting distro 3 besar di dunia dengan menulisan “Perang Distro”.

Padahal di dunia nyata penggunaan linux sangat beragam untuk tujuan tertentu. dan yang memang cocok untuk router dan gateway, ada yang cocok untuk server dan ada yang memang cocok hanya untuk dekstop. Kini setelah berkenalan dengan para user dari distro yang lain (lintas distro) bahwa memang pada dasarnya Distro Linux sendiri mulai menekankan dan berfokus pada rasa dan arah mereka sendiri dan pangsa pengguna tertentu pula. Masing-masing distro punya plus dan minus masing-masing, begitu juga para user. Ada yang lebih senang tantangan, ada pula yang senang dengan kemudahan dan ketidakribetan dalam instalasi dan konfigurasi.

Komentar (17)

Setting Wireless IntelPro/Wireless 3945ABG di Fedora 9

Setting ini dicoba pada NoteBook ini

More about can masagi recent post visit http://canmasagi.net78.net

Berbahagialah bagi kita yang memiliki NoteBook / Network Card WiFi berchipset Intel PRO/WIRELESS 3945ABG bahwa driver ini tersedia pada Fedora Media Installer rilis 8 dan 9. Fedora 9 menyediakan pilihan instalasi driver WiFi intel tipe ini dan memungkinkan kita memasangnya dari awal Fedora 9 dipasang. Sistem yang saya miliki adalah HP Mobile WorkStartion nw9440 dan dipasangi Fedora 9. Sebagai catatan bahwa, tidak ada jaminan hasil ngoprek ini berhasil dan jalan pada sistem kepunyaan anda oleh karena itu cek kembali spesifikasi teknis hardware anda. Catatan ini berlaku pada Notebook dan Laptop yang memiliki Hardware WiFi Intel Pro/Wireless 3945ABG. Jika milik anda selain yang dicatat disini silakan kunjungi Fedora Mobile mengenai konfigurasi dan instalasi WiFi lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (3)