Sulphur yang menyengat…..

My SuphurSetelah menunggu nVidia merilis driver yang kompatibel dengan Fedora 9 alias Sulphur, tak tahan lagi nih hasrat, he… he…, untuk menjajal distro yang cakep ini. Tanpa banyak menunggu kesempatan lagi, DVD ISO media installer F9 yang telah di donlod 2 minggu lalu ini mulai kugunakan untuk instalasi bagi 2 komputer berbeda, yang satu LapTop kesayanganku HP Compaq nw9440 dengan graphic nVidia Quadro FX 1500M, satu lagi komputer jangkrik buatan ku yang berprosesor AMD Athlon XP 1800++ serta kartu grafis nVidia GeForce MX…. nah.. seri nya lupa pokoke nVidia kelas jadul dah!

Instalasi di LapTop berjalan sukses tanpa hambatan sama sekali, setelah selesai instalasi kita disuguhi dengan desktop biru yang lembut di mata namun menyengat jiwa!!! Sulphur memakai desktop Nodoka yang lebih lembut dan ma’nyuss yang beda dengan Nodoka di F8 yang masih berkesan keras dan kaku. Lantas setelah itu dilanjutkan dengan instalasi repository Livna untuk menginstall driver grafik nVidia agar lebih lembut dan cerah desktop Sulphurku. Semua repository diarahkan ke baseurl dari kambing http://dl2.foss-id.web.id/fedora agar proses donlod berlangsung cepat dan mirror tetap ke mirror repos fedora yang ada di seluruh dunia. Selang beberapa saat instalasi dengan menggunakan yum, instalasi selesai dengan mulus, lantas reboot…. dan byassss logo nVidia sekilas menyapa kita tanda instalasi driver grafiknya sukses.

Lanjut dengan menambahkan repository Adobe untuk flashplugins dan Adobe Reader 8 (mudah-mudahan adobe merilis aplikasi versi Linuxnya setelah mereka meng-OpenSource-kan beberapa softwarenya). Ini menjadi wajib he.. he. Untuk semnetara repository dari Livna dan Adobe cukup untuk mempercantik Sulphur kita ini.

Aplikasi biasa yang menjadi barang wajib bagiku adalah amarok-extras-non-free dari Livna, krusader buat menjelajahi samba dan ftp, kchmviewer, inkscape, Picasa 2.7, Google Earth, scribus serta digikam. Paling tidak aplikasi-aplikasi tadi cukup memuaskan untuk Desktop.

Giliran si jangkrikku yang ada di rumah, ini rada ribet dikit karena ketika diinstallkan di Jangkrik mode instalasi grafis F9 melotot tanpa henti sampe berjam-jam. Meski telah di coba buat instalasi grafis hasilnya sama. Lantas coba instalasi berbasis text… lancar tanpa masalah. Ehmm… dibanding dengan Fedora 8 si jangkrik ini lebih cepat kinerjanya dengan Fedora 9, cuman masalahnya karena intalasi dengan mode text yang muncul hanyalah mode text linux bukan GDM. Tapi… biarlah! Yang jelas begitu login dan ketik perintah startx desktop Gnome yang merupakan andalanku tampil tak kalah cantiknya. Namun jadi penasaran nih, masa’ sih gak bisa install graphical mode? Rasa penasaran ini gak padam juga, lalu aku reinstall F9 dan ternyata sukses!

Catatan: Kambing dicoret karena tidak bagus dan sering error. gimana nih Admin Kambing? Jangan seperti wasit sepak bola dong yang sering berat sebelah :-P

9 Komentar »

  1. adit berkata

    iya euy desktopnya adem

    —> sy lum install Fedora 9 euy, kalo mode installnya = update, itu kira2 sopwer2 livna-nya yg berasal dari Fedora 8 bakal ngaco nggak yah …….. ?

  2. canmasagi berkata

    Saya pikir sih… bakal bermasalah…

  3. Dichi Al Faridi berkata

    Harusnya bisa, tapi bermasalah ya.. :D

  4. canmasagi berkata

    Tapi… ngapain pake Repo F8 khan sudah tersedia Reo F9?

  5. oyra berkata

    mas masagi,

    nubie nih, pengen tau cara ngarahin semua repo ke http://dl2.foss-id.web.id/fedora/ gimana ya?

    saya coba modif dari GUI, rubah entry yang http://mirror.fedoraproject/blablabla…. disikan baru dengan alamat foss-id kok nggak bisa ya?

    lantas, jika ada conflict package, gimana cara melihatnya?

    thanks,

  6. canmasagi berkata

    @ Oyra….

    Sebenarnya kalau kita instal yum-fastestmirror, yum sendiri akan mengarahkannya ke sana ke http://dl2.foss-id.web.id. Cara installnya:
    yum -y install yum-fastestmirror

    Namun jika lebih sesuai dengan manual kita bisa bikin file di /etc/yum.repos.d yang bernama local mirror

    Caranya silakan baca di posting terbaru mengenai mirror local

  7. canmasagi berkata

    Catatan Set lokalisasi :-P mirror indonesia:
    http://canmasagi.wordpress.com/men-set-mirror-lokal-id/

  8. Dichi Al Faridi berkata

    Ga tau kenapa, kambing dan foss-id, selalu request timed out dari tempat ku… Aku pake sapidi.. Hiks…

  9. canmasagi berkata

    Ya tuh kambing mah ngadat terus, knapa ya?

    Saya malah pake yang dari dl2….

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar