Setelah diluncurkan 9 November yang lalu, Fedora 8 hadir dengan berbagai fitur baru. Sebagai distro yang mengedepankan Freedom Fedora tetap mempertahankan tradisi software free yang bebas dari pengaruh paten atau lisensi serta proteksi. Jangan harap kita bisa langsung menikmati koleksi mp3 atau aplikasi multi media lainnya yang mengandung paten.
Kali ini Fedora 8 dengan code name Werewolf diinstall pada Mobile Workstation keluaran HP dengan seri nw9440, dual boot dengan sistem operasi bawaannya. Dalam catatan ngoprek ini tidak akan dibahas dulu mengenai konfigurasi yang serem-serem macam instalasi drive wireless LAN. Sebagai tahap awal kita akan berjalan-jalan sebagai 100% newbie.
Meski bukan distro yang paling banyak digunakan di dunia macam Ubuntu, Instalasi Fedora 8 lebih mudah dan user friendly daripada instalasi Ubuntu. Anaconda yang merupakan installer Fedora tidak banyak berubah sejak RedHat 9. Instalasi Fedora 8 terasa lebih ringan dari versi sebelumnya pada mesin yang sama. Kebiasaan saya menginstal Fedora adalah “almost everything” alias semuanya hampir dipilih! Instalasi kali ini meliputi:
- Desktop system: KDE dan GNOME
- Office
- Grafis
- Sistem
- Server
- Development
- Sound & Multimedia
- System Tools
Rasa baru Fedora 8 yang langsung bisa dinikmati oleh newbie adalah akses ke harddisk tempat fedora di instal khususnya partisi ntfs jika masih menganut paham dual boot. Newbie tidak perlu repot-repot lagi buat menginstal paket dan libraries untuk mengakses partisi ntfs. Secara default fedora 8 akan membukannya untuk anda (klik gambar desktop F8 di atas)! Janganlah kecewa terlebih dahulu jika Fedora 8 kita belum bisa memainkan mp3 ataupun dvd! Inilah awal untuk mendapatkan pengalaman baru yang nikmat! Kepuasan dari kebebasan, dan tanpa batas. Meski instalasi paket aplikasi di F8 musti menggunakan internet untuk mengakses repos di server-server mirror fedora, kita bisa mendownload beberapa paket sesuai dengan kebutuhan kita. Nanti kita akan catat beberapa paket aplikasi yang dibutuhkan untuk memasang mp3, multimedia codecs milik Windows, software proprietary macam Adobe Reader, RealPlayer 10 Gold, Flash plugins, Java Plugins milik SUN serta aplikasi-aplikasi native Fedora yang asik!
Hal pertama untuk mulai menikmati fedora adalah mengkonfigurasi repositories yum. Kita bisa mengkonfigurasikan repos yum secara lokal atau mengakses mirror-mirror yang tersedia. Biasanya selain repositories dari fedora juga tersedia repositories yang bagus dari livna (http://rpm.livna.org) dan freshrpms (http://www.freshrpms.net). Namun perlu diingat agar tidak meng-”enabled” 2 repos ini secara bersamaan agar tidak terjadi konflik. Cara mensetup repositories secara lokal dapat dibaca di sini. Bagi teman-teman yang kesulitan untuk mendapatkan repositories bisa menghubungi teman-teman di http://fedora.or.id atau yang di Bandung bisa kontak-kontak sama saya lewat fedora.or.id. Biasanya repositories Fedora adalah sebesar 8 Giga (Everything dan Livna, plus sedikit dari freshrpms serta adobe buat flashplugins).





Fedora 8 Selayang Pandang (Bagian dua) « Can Masagi berkata
[...] telah dicatatkan di bagian satu bahwa awal menikmati fedora adalah mengkonfigurasikan file repo (repos yum). Kita bisa [...]
Dichi Al Faridi berkata
Mas.. Udah punya fedora 8 + repositoriesnya ya.. Boleh minta? Saya kebetulan berdomisili di Bandung. Mungkin saya bisa menghampiri ke tempat mas.. (Halah…) Boleh saya tau alamatnya mas…
Makasih…
canmasagi berkata
Udah tuh F8, reponya sedang donlod belum beres, maklum bagi2 bw nih! Kalau mau berkunjung silakan alamat saya ada di http://fedora.or.id/index.php/2007/10/30/list-ym-fedora-maniak/
saya ad di situ nanti kontak-kontak lewat YM
Ajie berkata
Salam kenal… makasih atas berbagi infonya kepada saya. Kang skarang dah beres blom donlot reponya.? bisa ngecopy gak soalnya aq gak on terus nih ngeinternetnya..tmpt tinggal aq di ledeng n baru belajar linux fedora. thanks be4
canmasagi berkata
Boeat Aji…
Dah kelar Ji… semuanya 10 Gb untuk Repository base, ada juga repo liva dan beberapa Apps non-free macam Adobe, Real, JRE dari SUN, Opera dan Flashplugins
Wendi Andriansyah berkata
Mas, saya ingin medapatkan reposnya gimana, Saya Tinggal di Cepu-Blora. Sebenarnya saya udah dapet dari INFOLINUX yang terbaru, dan udah dibuat local reposnya di HDD (merujuk tulisan sampean) dan berhasil, tapi kayaknya kurang lengkap. Terima Kasih.
Wendi Andriansyah
jundi berkata
mau tanya gimana cara instalasi ltsp di fedora 8 ?kasih tau dong…
Andri berkata
Hari ini sy lg ngistal fedora 8 neh….gara2 pake linux distro (tit), hang ajah euy. mudah2an fedora 8 gak seperti sebelmnya. doakan.
canmasagi berkata
OK Kang mudah-mudahan lancar, kenapa gak Fedora 9 saja sekalian he.. he…
NurElly berkata
Dari mandriva pindah ke Ubuntu lalu ke Fedora ehh2… saya malah bingung nih habis beda banget sih, kok beda2 yah rasanya Linux tuh kayak makan tela2 aja sama Pizza hahaha… Linux tuh aneh sekaligus Nikmat walupun seringkali bikin PUSINGGG…
canmasagi berkata
Yah itulah Linux, beraneka rasa. Ibarat ketela pohon (bener loh), sumbernya satu, kalau di Jawa Barat ada kicimpring dan opak, bahannya sama ketela pohon. Cara masaknya beda dan hasilnya beda serta rasanya beda pula.
Bisa juga diolah jadi ComRo alias oncom di jero, penganan berbahan dasar ketela yang digiling halus seperti bubur, dikasih bumbu dan ditengahnya ada sambal oncom, lantas digoreng. Ada yang serupa namanya Gemblong cuman dalamnya gula merah, rasanya manis sama digorng juga tapi beda dari saku kernel bernama singkong.
Semuanya bahan alami, ada di alam kalopun dijual dan kita mesti beli, harganya murah he he…
Beda tuh sama yang namanya roti tawar, dari tokonya beli ya tawar dari dulu sampe sekarang rasanya gitu-gitu ajah, cuman bungkusnya aja yang bagus dan selalui baru, isinya ya tetep roti TAWAR, kalo mo indah dan enak mesti beli yang lainnya ya mentega, selai, coklat tabur, masing2 beli sendiri dari berbagai merek, mahal lagi.